Senin, 22 Juni 2020

GINGSENG: Cara Menanam, Cara Memasak, Kandungan Nutrien dan Manfaat

STEK TANAMAN GINGSENG







Gingseng adalah tanaman yang mudah tumbuh. Cobalah beli sayur gingseng satu ikat di supermarket. Selanjutnya ambilah daunnya untuk ditumis, sedang batangnya dijadikan stek atau ditancapkan di media tanam. Setelah satu minggu stek tanaman gingseng akan memunculkan pucuk daun. 

Tanaman gingseng seharusnya populer di masyarakat karena mudah tumbuh, namun kenyataannya banyak yang tidak  tahu. Saya pun baru mengetahui bahwa tanaman gingseng bisa dimakan, kira-kira satu tahun yang lalu. Pada waktu itu, saya belanja sayur di supermarket dan saya melihat beberapa ikat daun gingseng dipajang di antara sayur mayur yang dijual. Saya belum pernah melihat sayur ini dan belum pernah  merasakannya. Lalu saya bertanya ke petugas, bagaimana cara memasaknya. Petugas hanya memberitahu bahwa daun tanaman ini bisa ditumis.

Setiap kali belanja sayur, apabila ada sayuran baru, saya tertarik untuk mencoba memasak dan mencicipi. Karena, saya berpikir bahwa setiap sayuran memiliki kandungan mikronutrien alami dan variasinya berbeda-beda. Dengan memakan banyak variasi nutrien, menurut saya akan baik bagi tubuh saya. 

Sekarang di halaman rumah saya tumbuh tanaman gingseng, siap dipanen untuk ditumis.




Gambar 3.: Tanaman Gingseng Siap di Panen


MEMASAK GINGSENG




KANDUNGAN NUTRIEN


MANFAAT


Selasa, 26 Mei 2020

INDANYA .... BISA MEMANFAATKAN SAMPAH UNTUK BERCOCOK TANAM

Salah satu cara untuk memanfaatkan sampah adalah 3R ((Reuse, Reduce, dan Recycle), namun menjadi orang yang mau merealisasikan reuse, reduce dan recycle diperlukan kemauan yang kuat sampai menjadi kebiasaan. Selain kemauan juga kesadaran dan perlu juga menjadi kreatif. Di tulisan ini saya akan membagikan pengalaman saya mepraktikkan 3R saat bercocok tanam.

Recycle
Recycle atau daur ulang adalah mengolah kembali bahan sampah menjadi produk baru. Ini sudah banyak dilakukan pada sampah organik, yaitu mengolah sampah organik menjadi kompos. Namun untuk sampah non-organik, diperlukan kreatifitas dan perencanaan, karena kalau asal-asalan, yang ada bukan recycle, tapi justru menambah sampah. Sampai saat ini, saya juga belum melakukan recycle untuk sampah yang saya hasilkan. Bahkan saya mencari alasan pembenaran, seandainya saya hidup di desa maka saya akan membuat kompos dari sampah dapur. Atau andai ada alat yang lengkap saya akan mendaur ulang sampah kertas menjadi kertas baru. 

Hal kecil yang baru bisa saya lakukan dalam bercocok tanam berkaitan dengan recycle adalah menumpuk beberapa sampah organik ke dalam pot, lalu menambahkan tanah, jadilah media tanam.

Reduce 
Reduce adalah usaha mengurangi terbentuknya sampah. Sehubungan dengan reduce, yang bisa saya lakukan adalah setiap kali selesai belanja saya harus melipat tas belanja dan meletakkan  di tempat yang mudah ditemukan atau langsung di letakkan di sepeda motor (mobil). Itupun sering lupa. 

Selain itu, saat mau beli makanan di warung atau kantin, harus membawa kotak makan. Susahnya kalau kotak makan yang kita bawa ditolak oleh penjual, karena mereka sudah menyediakan kotak yang sudah didisain untuk produk toko tersebut. Alhasil setumpuk kotak makan tanpa disadari memadati dapur. Apalagi saat ini, saat WFH, saat COVID 19, saat di mana setiap beli makanan harus take away, semakin bertambah banyak lagi kotak warna-warni yang saya koleksi .

Selama berkebun, usaha yang saya lakukan agar tidak menambah sampah adalah mengurangi pembelian bibit dengan cara sebagai berikut:

Stek batang sayur
Sayur yang saya beli, misalnya gingseng, setelah sampai di rumah diambil daunnya untuk di masak, sedangkan batangnya disetek untuk dijadikan tanaman supaya bisa panen sendiri, sehingga hemat tas plastik/kemasan plastik pembungkus sayuran.

Bibit buah
Saat membeli buah, saya mencari buah yang sudah masak, misalnya buah melon, setelah sampai di rumah, buahnya bisa dinikmati sedang bijinya kita ambil, dibersihkan, dikeringkan siap dijadikan bibit, sehingga menghemat bibit dan tidak perlu membeli bibit kemasan.

Reuse
Reuse adalah usaha mengurangi sampah dengan menjadikan sampah tersebut berguna lagi. Untuk menjadi orang yang reuse, saya harus kreatif. Setiap ada barang yang tidak berguna, sebelum dibuang harus diuji terlebih dahulu dengan pertanyaan, "Barang seperti ini bisa digunakan untuk apa?'  Saat ini, yang sedang menjadi persoalan saya adalah kotak atau bungkus makanan hasil take away. Jadi saya harus memanfaatkan barang tersebut. Oleh karena itu, saya putuskan untuk memilih beberapa barang yang bisa digunakan sebagai polybag dan pot. 
Polybag dari kemasan



Polybag dari kemasan beras, pewangi pakaian, dan kemasan snack.









Pot dari beberapa kotak makanan



Senang rasanya bisa melakukan 3R. Entah kenapa setiap kali mau membuang sampah plastik, hati nurani saya terganggu, tetapi tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasi. Oleh karena itu kalau saya bisa melakukan hal kecil, untuk mengurangi penambahan sampah, saya merasa nyaman.